Peran pemuda sebagai agen perubahan  sudah tidak diragukan, dalam menangkal arus industrialisasi dan kesenjangan sosial yang mengitarinya. Sikap dari seorang pemuda harus tegas, bahwa posisi dirinya bukan hanya sebagai pewaris bangsa yang secara pasif bergerak ditempat, melainkan ia adalah generasi yang  musti secara akif dalam membangun bangsa dan keumatan yang lebih berkemajuan. Maka kemudian kali ini kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yustisia bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UMSurabaya (BEM-F) pada hari jum’at-Minggu (30-01/03/18) berelaborasi memanfaatkan momentum untuk Berbakti Kepada Masyarakat di Pamekasan Madura.

Dalam sambutan seremonial pembukaan kegiatan Berbakti Kepada masyarakat (Berkema) Ketua Pelaksana Fathur menyampaikan selama tiga hari ini ada beberapa acara yang akan dilaksanakan. Yakni diantaranya adalah, dari bidang Humanisme; menyantuni masyarakat yang tidak mampu dengan bagi sembako gratis, dan gotong-royong desa Berseri. Kemudian dari bidang intelektualisme ada sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota, dan belajar sekaligus mengajar siswa sekolah dasar. Dan terakhir bidang rilegiusitas; mengaji dan kuliah tujuh menit (kultum)  bergilir.

Dalam kesempatan lain fathur juga menyampaikan ada pembatalan agenda yang sudah direncanakan sejak awal, seperti sosialisasi UU Narkotika dan UU Desa. Hal tersebut disebabkan ada sedikit kendala atau berbeda pandangan dari keinginan masyarakat dengan mahasiswa. Sehingga mau tidak mau kita sebagai tamu harus menghormati keputusan masyarakat setempat dan memilih untuk membatalkannya – ujarnya

Ketua umum komisariat Yustisia, Rauf mengatakan kegiatan ini dilatari atas dua dasar. pertama, bahwa kehadiran mahasiswa untuk mengabdi bersama masyarakat pamekasan selain sebagai prasyarat follow up dan melatih soft skill dalam berorganisasi, juga diperuntukan sebagai implementasi dari prinsip ilmu amaliyah,amal ilmiyah dalam penegasan organisasi. Kedua, ada itikad keseriusan dari kami bahwa perlu ada kesadaran sejak dini untuk mengamalkan spirit pembebasan yang diajarkan oleh K.H ahmad Dahlan dalam mengentaskan kemiskinan di era penjajahan pada kala itu. Yakni salah satunya adalah dengan membangkitkan kembali semangat gerakan filantropi islam kepada masyarakat yang tidak berdaya.

” filantropi merupakan cara dakwah yang menggembirakan dan efektif, dakwah seperti ini akan lebih mengena kemasyarakat daripada dakwah dengan metode-metode ceramah.- tegasnya

Seperti dikatakan Ketua BEM- Fakultas Hukum, Ari dalam even ini merupakan momentum yang pas untuk mengedukasi pada diri mahasiswa untuk mempunyai rasa cinta kasih kepada masyarakat atau lebih-lebih membangun kedekatan emosional, sehingga semustinya kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini kedepanya diharapkan dari berbagai pihak civitas akademika fakultas hukum memberikan support.

“ Jika perlu nanti organisasi mahasiswa yang sah diakui oleh universitas, kali ini BEM-F dan IMM serta pemangku kebijakan fakultas membuat grand design bersama untuk melakukan langkah konkrit guna membranding nama fakultas kedepannya- sambungnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Klo punya komen tulis disini
Silahkan masukkan nama disini