Suatu hari sekolahku gempar, teman-teman dengan wajah ceria pikirannya sudah kemana-mana “Kira-kira kita ngisi apa ya di MK nanti?”. Ya ini untuk pertama kalinya sekolahku membuat event besar namanya MK atau malam kesenian. Semua murid dikelas masing-masing sudah menyusun mau buat kesenian apa nanti. Sekolah akan menyewa salah satu gedung film terbaik sebagai tempat acaranya. Bayangkan ini sebuah moment besar pertama ditempat terbaik di kota surabaya.

Kelasku sendiri membuat sebuah operet anak sekolah, mengemas pertunjukan gerak fragmen dipadu dengan lagu-lagu terbaik ditahun 88-89. Sedang saya sendiri sudah siap dengan grup lawak paling keren di sekolah masa itu “Cilukba” namanya. Hampir tidak terbayang sama sekali acara seperti itu memanggil bintang tamu meski bisa. Yang ada dalam pikiran adalah kreasi apa yang ingin ditunjukkan. Alhasil acara sangat sukses bahkan grup lawakku sukses membuat para guru tertawa tak habis-habis sampai guru tertawa sambil mengangkat kakinya.

Osis sekolah atau IPM pun dengan lincahnya mulai menyusun strategi kegiatannya hingga dapat sponsor dan diakhir kegiatan masih bisa menyisihkan keuntungan. Lewat keuntungan itu dibelikan tape plus pengeras wireles yang disumbangkan ke sekolah sebagai rasa terima kasih karena diberi kesempatan berkarya. Nah bisa dibayangkan bila kultur ini ditanamkan dan diberdayakan hari ini atau hingga 29 tahun kemudian. Dan apa yang terjadi hari ini?

Sebuah sekolah diwilayah surabaya barat memiliki kultur yang sama dengan sekolahku waktu itu. Sekolah itu hampir setiap event besar tidak pernah mengundang bintang tamu, namun acaranya selalu sukses. Gedung selalu penuh bahkan ketika dikarciskan atau penonton harus bayar tetap penuh. Acaranya mulai dari musik, drama, puisi, paduan suara, tari semua dari siswa dan oleh siswa, hingga sering juga menggelar konser tunggal resital piano oleh salah satu muridnya yang memiliki bakat memainkan piano. Mereka begitu sangat percaya diri dengan apa yang dimiliki. Mereka mampu menciptakan budaya sendiri, mereka bisa membuat kumpulan penonton penggemar acaranya sendiri. Seperti layaknya dunia medsos saat ini dimana setiap individu bebas berkarya dan menciptakan penggemarnya sendiri. Mereka memproduksi sendiri orang-orang hebat langsung dari dapurnya sekolah yang mereka bina sehari-hari.

Coba bandingkan dengan sekolahku itu, sekolahku sudah mampu seperti mereka 29 tahun lalu. Dan mustinya hingga hari ini sekolahku memiliki banyak orang-orang hebat yang terlahir dari para chef sekolah yang berkualitas. Namun mengapa justru mereka yang lebih banyak mengambil peran itu? Jawabannya ada pada Anda sendiri. Bila boleh bertanya “pernahkah anda bayangkan bagaimana murid anda 20 tahun kedepan?”, “Apa yang ingin anda harapkan dari pelajaran yang anda ajarkan kepada murid dimasa depan meski anda tahu tidak semua anak menekuni pelajaran anda?”. So tetap jawaban ada pada Anda sendiri dan mimpi besar sekolah anda.

Jawaban lain adalah budaya yang sengaja ditanam. Ini belum sepenuhnya ditemukan di sekolahku. Setiap anggota sekolah bergerak parsial, seolah punya agenda sendiri dalam komunitas yanf besar. Seolah mereka memiliki visi sendiri sendiri dan sulit menemui sejalan dengan visi besar institusinya. Saya belum melihat penanaman secara terstruktur dan tertata secara simultan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Dan bila kita jujur melihat kita sulit menemukan benang merah satu dengan lainnya.

Solusinya bagaimana? Duduklah bersama, mulailaih dengan yang terkecil yaitu buat kesepakatan besar tentang visi sekolah. Duduklah dan buatlah aktifitas curah gagasan, catat dan sambungkan satu dengan yang lain. Tentukan skala prioritasnya, buat garis waktu pengerjaannya atau implementasinya, jalankab dengan istiqomah, evaluasilah dan singkirkan program yang tidak efektif ganti dengan program skala prioritas dibawahnya. Jalankan kembali dengan istiqomah. Peganglah juga kesepakatan bersama yang dibuat dan jalankan dengan tegas dan berwibawa. Insya Allah jika istiqomah pasti menemukan keberhasilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Klo punya komen tulis disini
Silahkan masukkan nama disini